Kabarina – Pemerintah Kota Jambi terus mengintensifkan langkah penanganan dampak kemarau ekstrem dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah. Pemenuhan kebutuhan air bersih hingga perlindungan kesehatan masyarakat menjadi fokus utama dalam upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan warga di tengah kondisi lingkungan yang kian menantang.

Berbagai langkah konkret telah dilakukan, mulai dari pendistribusian air bersih, pembagian masker, pemantauan kesehatan masyarakat, hingga penyaluran bantuan pangan. Penanganan ini turut melibatkan berbagai unsur, termasuk perangkat daerah, Perumda Air Minum Tirta Mayang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Berdasarkan data pada laman pemantauan resmi Pemkot Jambi, per 9 Oktober 2026, tercatat sebanyak 435 permintaan atau kegiatan penyaluran air bersih selama periode Agustus hingga Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 336 kegiatan telah rampung dilaksanakan, sementara 99 lainnya masih dalam proses penyaluran.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.935.404 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kota Jambi. Distribusi tersebut terutama menyasar kawasan yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau ekstrem.

Penyaluran air bersih menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika ketersediaan air semakin terbatas. Pemkot Jambi bersama pihak terkait terus berupaya memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.

Komitmen tersebut juga terlihat pada 6 Oktober 2026, ketika Pemkot Jambi menyalurkan sekitar 12.000 liter air bersih kepada warga Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru. Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, turun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Di tengah upaya mengatasi kekeringan, Pemkot Jambi juga meningkatkan kesiapsiagaan sektor kesehatan untuk mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

Fasilitas pelayanan kesehatan disiagakan untuk menangani berbagai keluhan yang berpotensi muncul akibat paparan asap, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan kesehatan lainnya.

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kondisi tubuh, membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta menggunakan masker guna mengurangi paparan debu dan partikel pencemar udara.

Selain itu, langkah antisipatif dilakukan melalui penyesuaian kegiatan pembelajaran berdasarkan kondisi kualitas udara yang terpantau. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari paparan kabut asap, Pemkot Jambi juga terus mendistribusikan bantuan masker ke berbagai wilayah.

Hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 3.765 kotak masker telah disalurkan dari total persediaan 5.070 kotak. Penyaluran tersebut dilaksanakan sebanyak 72 kali dengan melibatkan berbagai pihak.

Dukungan datang dari perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jambi, unsur Forkopimda, hingga organisasi kemasyarakatan. Sementara itu, bantuan masker bersumber dari sejumlah pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan forum CSR.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Tidak hanya berfokus pada kebutuhan air bersih dan perlindungan kesehatan, Pemkot Jambi juga menerima bantuan pangan dari forum CSR. Berdasarkan data yang tersedia, bantuan tersebut tercatat sebanyak dua dus.

Dukungan ini menjadi bagian dari keterlibatan berbagai pihak dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian bersama. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, Forkopimda, dan organisasi masyarakat terus didorong agar penanganan dampak kekeringan dan kabut asap dapat berjalan lebih optimal.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Jambi berupaya menjaga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menekan risiko kesehatan akibat kondisi lingkungan.

Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan air bersih secara bijak, menjaga kesehatan, memakai masker sesuai kebutuhan dan kondisi kualitas udara, serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan medis.

Berbagai upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat melewati kondisi kemarau ekstrem dan kabut asap dengan dukungan yang terkoordinasi, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak lingkungan di Kota Jambi.(*)