Kabarina – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi Jambi masa bakti 2026–2029. Amanah baru tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan ekonomi kreatif sebagai pilar baru pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.
Prosesi pelantikan berlangsung di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, Sabtu malam (25/7/2026), dipimpin langsung Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian. Turut hadir Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Jambi, Asisten I Setda Provinsi Jambi Arief Munandar, Ketua GOW Kota Jambi Marsha Lystia, para kepala OPD, Ketua Umum BPD HIPMI Jambi Fadhillah Hasrul, serta ratusan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, akademisi, hingga generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua DPW Gekrafs Jambi, Diza Hazra Aljosha menegaskan bahwa ekonomi kreatif harus menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu menopang ketahanan ekonomi daerah di tengah ketergantungan terhadap sektor berbasis sumber daya alam.
Menurutnya, saat ini hampir sepertiga pendapatan daerah masih bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif menjadi solusi untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Ketika sektor-sektor utama mengalami perlambatan, ekonomi kreatif harus mampu menjadi penyangga. Kita memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal dan inilah saatnya potensi tersebut diubah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujar Diza.
Ia menyebut Jambi memiliki kekayaan potensi mulai dari kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, musik, fotografi, desain, konten digital hingga produk berbasis budaya lokal yang memiliki peluang besar menembus pasar nasional maupun internasional.
Karena itu, Diza menegaskan Gekrafs tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial. Organisasi ini harus mampu menjadi rumah bagi para pelaku ekonomi kreatif dengan menghadirkan ruang kolaborasi, pendampingan, akses pembiayaan, pemasaran digital, hingga perluasan jaringan usaha.
“Kami ingin Gekrafs menjadi organisasi yang benar-benar memberikan dampak nyata. Kreativitas harus mampu melahirkan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadikan Jambi sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif di Indonesia,” tegasnya.
Diza juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja secara kolaboratif karena pembangunan ekonomi kreatif tidak mungkin dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi pemerintah, dunia usaha, komunitas, perguruan tinggi, media, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru DPW Gekrafs Provinsi Jambi. Ia optimistis organisasi tersebut akan menjadi energi baru dalam mengembangkan industri kreatif, khususnya di Kota Jambi yang dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa.
Menurut Maulana, kekuatan utama Kota Jambi bukan terletak pada sumber daya alam, melainkan pada kreativitas sumber daya manusianya. Melalui Gekrafs, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Ia juga menegaskan Pemerintah Kota Jambi akan terus menghadirkan berbagai event berskala regional maupun nasional sebagai strategi menggerakkan ekonomi masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut diyakini mampu memberikan efek berganda bagi sektor UMKM, kuliner, pariwisata, jasa, hingga industri kreatif.
Di sisi lain, Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menilai Jambi memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di Sumatera. Ia mendorong kepengurusan baru untuk menghadirkan agenda unggulan atau flagship event yang mampu menjadi identitas ekonomi kreatif Provinsi Jambi.
Menurut Kawendra, event Tumpah Ruah yang selama ini digelar di Kota Jambi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda kreatif tingkat nasional yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas.
Pada kesempatan itu, Diza Hazra Aljosha juga melantik pengurus DPC Gekrafs Kabupaten Bungo, Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat sebagai bagian dari penguatan jaringan organisasi di kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Ke depan, DPW Gekrafs Provinsi Jambi akan menjalankan delapan program prioritas nasional yang mencakup penguatan akses pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, peningkatan literasi digital, pengembangan talenta muda, hingga perluasan pasar dan ekspor produk kreatif.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, Gekrafs Jambi diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kuat, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Provinsi Jambi.(*)



