Kabarina – Turnamen PBPI Jambi Padel Cup Road to Kejurnas 2026 resmi dibuka di Lapangan Padel Society, kawasan Tanjung Pinang, Kota Jambi, Sabtu sore (12/9/2026).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, 12 hingga 13 September 2026, tersebut menjadi momentum penting bagi Pengurus Provinsi Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jambi untuk menjaring sekaligus menyeleksi atlet-atlet terbaik yang akan dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 di Jakarta pada Oktober mendatang.

Pembukaan turnamen dilakukan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi Novriadi yang hadir mewakili Gubernur Jambi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum KONI Provinsi Jambi Mat Sanusi, Ketua KONI Kota Jambi Antoni Gumay, Ketua PBPI Provinsi Jambi sekaligus Ketua Panitia Ramos Hutabarat, serta para tamu undangan dan peserta turnamen.Ketua PBPI Provinsi Jambi, Ramos Hutabarat, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah seleksi dan penyaluran bakat bagi calon atlet padel berprestasi di Provinsi Jambi.

Antusiasme terhadap olahraga padel terlihat dari jumlah peserta yang ambil bagian. Sebanyak 40 pasangan atau pair mengikuti turnamen yang digelar dalam suasana kompetitif sekaligus penuh semangat tersebut.

Dari seluruh peserta, PBPI Jambi menargetkan dapat menyaring masing-masing tiga pasangan putra dan tiga pasangan putri terbaik untuk mewakili Provinsi Jambi pada Kejurnas 2026.

Ramos menegaskan, target utama PBPI Jambi adalah membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang dapat bersaing dan memberikan hasil terbaik di tingkat nasional.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan para atlet terbaik Jambi nantinya diproyeksikan untuk menembus kompetisi tingkat internasional. Karena itu, penyelenggaraan turnamen secara konsisten dinilai penting untuk membangun ekosistem pembinaan padel yang semakin kuat.

“Kami berharap dari kegiatan ini lahir atlet-atlet padel Jambi yang kompetitif dan berprestasi, serta mampu mengharumkan nama Provinsi Jambi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Ramos.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, mengatakan turnamen tersebut merupakan langkah awal PBPI Jambi dalam menjaring potensi atlet daerah untuk dipersiapkan menuju Kejurnas 2026 di Jakarta.

Menurutnya, olahraga padel memiliki peluang perkembangan yang sangat besar. Sebagai cabang olahraga yang relatif baru disahkan oleh Pengurus Pusat pada 2025, seluruh daerah di Indonesia dinilai memiliki peluang yang relatif sama dalam membangun dan membina atlet unggulan.

“Potensi Jambi untuk bersaing di tingkat nasional sangat terbuka lebar. Tinggal bagaimana efektivitas pembinaan yang dilakukan oleh pengurus,” kata Mat Sanusi.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Jambi terhadap olahraga padel yang dalam beberapa waktu terakhir berkembang cukup pesat di berbagai kalangan.

Perkembangan tersebut salah satunya ditandai dengan semakin banyaknya fasilitas olahraga padel. Saat ini, Provinsi Jambi telah memiliki tujuh lapangan padel yang menjadi bagian dari tumbuhnya ekosistem olahraga tersebut di daerah.

Mat Sanusi berharap turnamen PBPI Jambi Padel Cup mampu memberikan motivasi kepada para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus membawa nama baik Provinsi Jambi pada kompetisi tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala Dispora Provinsi Jambi Novriadi memberikan apresiasi kepada Pengprov PBPI Jambi yang telah menginisiasi turnamen tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Kejurnas dan roadmap pembinaan olahraga menuju PON mendatang.

Menurut Novriadi, keikutsertaan atlet dalam Kejurnas memiliki arti penting karena menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui atlet untuk dapat bersaing dalam agenda olahraga nasional, termasuk Babak Kualifikasi PON maupun PON.

“Semangat dan antusiasme para atlet sangat luar biasa. Terlebih olahraga padel saat ini terus berkembang dengan bermunculannya lapangan-lapangan baru,” ujarnya.

Ia berharap semakin berkembangnya fasilitas olahraga padel di Jambi dapat diiringi dengan pembinaan atlet yang konsisten, sehingga mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas dan berprestasi.

“Harapannya, dari kegiatan ini lahir atlet-atlet handal yang siap berkiprah dan mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (*)