Kabarina – Isu viral terkait dugaan LGBT yang menyeret salah seorang anggota DPRD Provinsi Jambi menjadi perhatian publik. Menanggapi isu tersebut, tokoh agama di Jambi, Khoiron Fauzi, menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai menyudutkan seseorang tanpa adanya kepastian mengenai kebenaran tuduhan tersebut.

Menurut Khoiron, informasi yang belum terverifikasi dan masih bersifat sepihak perlu disikapi secara bijak. Terlebih, isu yang berkembang di ruang publik dapat berdampak terhadap nama baik pribadi maupun marwah lembaga DPRD Provinsi Jambi sebagai institusi perwakilan rakyat.

“Kita sangat menyayangkan munculnya berita viral yang mendiskreditkan dan melayangkan tuduhan terhadap anggota DPRD. Bagaimanapun, berita tersebut belum tentu kebenarannya dan masih bersifat sepihak,” ujar Khoiron.

Ia menilai, penyebaran informasi secara cepat melalui media sosial perlu diimbangi dengan sikap kritis masyarakat dalam memastikan sumber dan kebenaran informasi sebelum ikut menyebarkannya.

Khoiron juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, setiap tuduhan perlu ditempatkan secara proporsional hingga terdapat klarifikasi atau fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan para pemangku kepentingan, bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif serta menghormati proses klarifikasi dari pihak-pihak yang berkaitan dengan isu tersebut.

“Yang paling penting adalah kita menjaga suasana tetap sejuk dan tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

Ia menambahkan, asas praduga tak bersalah perlu tetap dikedepankan dalam menyikapi setiap persoalan yang menyangkut seseorang, terlebih ketika informasi tersebut telah menjadi konsumsi publik.

Menurutnya, kebebasan menyampaikan informasi juga harus disertai dengan tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kerugian atau kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Khoiron berharap masyarakat Jambi dapat lebih bijak menggunakan media sosial dengan tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang sumber dan kebenarannya belum jelas.

“Jangan sampai persoalan yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan dampak yang lebih luas. Mari kita sama-sama menjaga marwah institusi dan menciptakan suasana yang damai serta kondusif,” pungkasnya.

Di sisi lain, pihak yang disebut dalam isu tersebut sebelumnya telah memberikan bantahan terhadap tuduhan yang beredar. Klarifikasi dari seluruh pihak terkait dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh dan tidak hanya dari satu sisi.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan memberikan ruang bagi proses klarifikasi serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi yang berkembang di ruang publik.(*)