Kabarina – Kabar membanggakan datang dari cabang olahraga petanque Provinsi Jambi. Atlet Jambi, Topan Satria, mendapat panggilan dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) untuk mengikuti training camp sekaligus seleksi Tim Nasional Indonesia menuju World Cup Petanque Championship 2026.

Ketua Umum Pengprov FOPI Jambi, Prof. Dr. Drs. H. Sukendro, M.Kes., AIFO, menyambut positif pemanggilan tersebut. Menurutnya, kesempatan yang diperoleh Topan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jambi, khususnya keluarga besar olahraga petanque.

“Alhamdulillah, Topan Satria mendapat kesempatan mengikuti training camp dan seleksi Tim Nasional Indonesia. Ini merupakan hasil dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung perkembangan petanque di Jambi,” kata Prof. Sukendro.

Pemanggilan tersebut tertuang dalam surat PB FOPI Nomor 106/FOPI/IX/2026 tertanggal 16 September 2026. Surat itu ditujukan kepada Ketua Umum Pengprov FOPI Jambi dan ditandatangani Ketua Umum PB FOPI, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.

Berdasarkan hasil evaluasi Tim Pembinaan Prestasi PB FOPI, Topan Satria dinyatakan mendapat kesempatan mengikuti seleksi melalui training camp Tim Nasional Indonesia.

Seleksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–26 September 2026. Para atlet yang dinyatakan lolos nantinya akan melanjutkan ke pemusatan latihan nasional sebagai bagian dari persiapan menghadapi kejuaraan dunia.

Topan dijadwalkan sudah berada di Lapangan Petanque New Kampret, Perumahan Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada 21 September 2026.

Dalam mengikuti training camp, Topan juga diminta membawa paspor serta perlengkapan latihan dan pertandingan yang diperlukan selama proses seleksi.

Prof. Sukendro berharap Topan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin dengan menunjukkan kemampuan terbaiknya selama menjalani seluruh tahapan seleksi.

“Kami berharap Topan menjaga kondisi, disiplin selama menjalani program latihan, dan tampil maksimal. Semoga ia lolos serta dipercaya membawa nama Indonesia pada World Cup 2026,” ujarnya.

Menurut Prof. Sukendro, pemanggilan tersebut menjadi bukti bahwa atlet petanque Jambi memiliki peluang untuk bersaing di level nasional, bahkan membuka jalan menuju kompetisi internasional.

Ia pun berharap kesempatan yang diperoleh Topan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet petanque lainnya di Provinsi Jambi untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi.

“Ini harus menjadi motivasi bagi atlet-atlet petanque Jambi lainnya. Dengan latihan yang sungguh-sungguh dan pembinaan berkelanjutan, peluang untuk menembus Tim Nasional selalu terbuka,” pungkasnya.

World Cup Petanque Championship 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 20–26 November 2026 di Khon Kaen University, Khon Kaen Province, Thailand.

Bagi Topan Satria, training camp dan seleksi tersebut menjadi tahapan penting untuk membuka peluang mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia dan tampil pada panggung petanque dunia.(*)