Kabarina – Suasana penuh keakraban mewarnai acara pisah sambut Rio (Kepala Desa) Perenti Luweh, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, yang digelar di Aula Kantor Rio Desa Perenti Luweh, Senin (21/9/2026).

Pisah sambut tersebut menjadi momentum peralihan kepemimpinan dari Sabarudin selaku Rio Perenti Luweh sebelumnya kepada Ariandi yang baru dilantik sebagai Rio Perenti Luweh periode 2026–2031.

Ariandi resmi dilantik oleh Bupati Bungo sebagai Rio Perenti Luweh. Dalam prosesi pelantikan tersebut, Ariandi juga dianugerahi gelar adat sebagai bagian dari penghormatan dan penerimaan dirinya dalam menjalankan amanah kepemimpinan di tengah masyarakat.

Menariknya, Ariandi kini tercatat sebagai Rio termuda di Kabupaten Bungo. Ia baru berusia 26 tahun saat dipercaya masyarakat untuk memimpin Desa Perenti Luweh.

Sebelum dilantik, Ariandi terlebih dahulu mengikuti Pemilihan Rio serentak yang digelar beberapa waktu lalu. Dalam pemilihan tersebut, ia berhasil memperoleh 373 suara dan dipercaya masyarakat untuk memimpin Desa Perenti Luweh untuk periode lima tahun ke depan.

Acara pisah sambut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Momen tersebut tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan apresiasi kepada pemimpin sebelumnya sekaligus menyambut pemimpin baru.

Dalam kesempatan itu, Ariandi menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sabarudin selama menjalankan tugas sebagai Rio Perenti Luweh.

“Terimokasih atas dedikasinya Rio kito yang lamo, Pak Sabarudin, dan terimokasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepado sayo,” ujar Ariandi.

Sebagai Rio yang masih muda, Ariandi menyadari bahwa pengalaman dan masukan dari para tokoh masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

“Sebagai yang mudo tentu sayo perlu tegur dan bimbing dalam menjalankan amanah,” lanjutnya.

Ariandi berharap dukungan, arahan dan kerja sama dari seluruh masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam menjalankan pemerintahan Desa Perenti Luweh selama masa kepemimpinannya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan serta membangun komunikasi dengan masyarakat agar berbagai program desa dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga.

Dengan usia yang masih muda, Ariandi membawa semangat baru dalam kepemimpinan Desa Perenti Luweh. Amanah yang diberikan masyarakat diharapkan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keterbukaan dan semangat untuk membangun desa.

Pisah sambut tersebut pun menjadi awal bagi Ariandi untuk memulai perjalanan kepemimpinannya sebagai Rio Perenti Luweh periode 2026–2031, sekaligus meneruskan berbagai hal baik yang telah dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya.(*)