Kabarina – Semangat membangun masyarakat yang mandiri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan menggema dalam Malam Apresiasi Program Green Climate Fund (GCF) Output 2 Provinsi Jambi bertajuk “Berkarya Untuk Jambi Mantap yang Lestari”.

Digelar di Mal Jamtos, Kota Jambi, Minggu malam (16/8/2026), kegiatan ini menjadi panggung apresiasi bagi kelompok-kelompok masyarakat yang dinilai berhasil mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui pendampingan, sekaligus mengambil peran dalam menjaga hutan dan lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Governing Board of Penabulu Foundation Dr. Erwin S. Widodo, Tenaga Ahli GCF Musri Nauli, Koordinator GCF Jambi Mahendra Taher, serta sejumlah tamu undangan.

Koordinator GCF Provinsi Jambi sekaligus Ketua Panitia, Mahendra Taher, mengatakan apresiasi diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras kelompok masyarakat yang selama ini mendapatkan pendampingan untuk membangun kemandirian dari tingkat tapak.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Salah satu contoh nyata ditunjukkan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Berawal dari usaha yang dibangun dari nol, kelompok tersebut kini mampu mengolah hasil kopi secara mandiri hingga berhasil mengumpulkan tabungan kelompok yang hampir mencapai Rp24 juta.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti bahwa ketika masyarakat mendapatkan pendampingan yang tepat, potensi di tingkat tapak dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang nyata,” ujar Mahendra.

Selain KUPS, GCF juga mendorong penguatan Kelompok Masyarakat Peduli Api/Lingkungan (KMPA) agar masyarakat semakin aktif menjaga kawasan sekaligus memiliki kemampuan dalam mengelola potensi lingkungan secara berkelanjutan.

Mahendra menegaskan, GCF juga menjalankan fungsi pendampingan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), hingga Taman Hutan Raya (Tahura). Pendampingan tersebut diarahkan agar setiap program berjalan terukur, tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pemkot Jambi Dukung Program Ramah Lingkungan

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Malam Apresiasi GCF Output 2. Menurutnya, semangat menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.

Kota Jambi sendiri, kata Maulana, terus mendorong berbagai program lingkungan, termasuk Kelurahan Proklim Sejinjang dan Kasang Jaya serta sejumlah sekolah dasar melalui program Adiwiyata.

“Alhamdulillah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tinggi atas malam apresiasi malam ini,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Jambi melalui program Kota Jambi Bahagia terus memperkuat berbagai upaya di bidang kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan dan pengendalian dampak perubahan iklim.

“Kami sangat mendukung program Green Climate Fund yang sudah dijalankan. Mudah-mudahan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Jambi bisa lebih maksimal lagi untuk program-program yang ramah lingkungan dan lestari,” katanya.

Malam apresiasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan program lingkungan tidak berhenti ketika masa pendampingan berakhir. Justru, keberlanjutan menjadi ukuran penting dari keberhasilan sebuah program.

Kemandirian kelompok masyarakat, penguatan ekonomi lokal dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan bersama.

Dengan semangat “Berkarya Untuk Jambi Mantap yang Lestari”, GCF Output 2 diharapkan mampu meninggalkan bukan hanya capaian program, tetapi juga masyarakat yang semakin mandiri, lingkungan yang semakin terjaga, serta kolaborasi yang terus tumbuh untuk masa depan Provinsi Jambi. (*)