Kabarina – Menghadapi musim kemarau yang berdampak pada menurunnya debit sekaligus meningkatnya kekeruhan air baku Sungai Batanghari, Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi mengambil sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Kondisi air baku yang semakin keruh membuat proses pengolahan di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) harus disesuaikan. Dampaknya, tekanan air di beberapa wilayah pelayanan menurun, terjadi gangguan berupa air keruh, hingga penghentian sementara pengaliran.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Tirta Mayang menyiapkan layanan air bersih gratis melalui mobil tangki bagi pelanggan yang mengalami penghentian pengaliran lebih dari 1 x 24 jam.
Layanan ini diprioritaskan bagi pelanggan di wilayah terdampak, khususnya kawasan pelayanan IPA Tanjung Sari dan IPA Broni 2.
Sejumlah wilayah yang menjadi prioritas antara lain Kecamatan Palmerah, meliputi Talang Bakung, Bakung Jaya dan Payo Selincah. Kemudian Kecamatan Jambi Selatan, yakni Wijaya Pura, Thehok dan Pasir Putih.
Selanjutnya Kecamatan Jambi Timur mencakup Budiman, Kasang Jaya, Talang Banjar, Tanjung Pinang, Tanjung Sari, Rajawali dan Sulanjana.
Sementara itu, wilayah Kecamatan Jelutung meliputi Kebun Handil, Handil Jaya, Jelutung dan Cempaka Putih. Untuk Kecamatan Kotabaru mencakup Simpang III Sipin, Sukakarya dan Kenali Asam Bawah.
Pelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi layanan mobil tangki di 0821-2121-9894. Sedangkan laporan terkait air keruh maupun air tidak mengalir dapat disampaikan melalui WhatsApp 0821-2121-9692.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., memastikan seluruh jajaran terus bekerja maksimal untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan selama kondisi kemarau berlangsung.
“Kami memahami kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan. Oleh karena itu, kami mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar pelayanan berjalan optimal,” kata Arianto, Senin (10/8/2026).
Arianto juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta menyiapkan persediaan air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya menyiapkan layanan mobil tangki, Tirta Mayang juga membentuk Tim Kesiapsiagaan dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Kering sebagai langkah mempercepat penanganan gangguan pelayanan.
Tim khusus tersebut bertugas memantau kondisi air baku Sungai Batanghari secara berkala, menjaga distribusi air bersih melalui jaringan perpipaan, merespons laporan pelanggan serta memberikan informasi terkini terkait kondisi pelayanan.
Selain itu, tim memastikan operasional instalasi pengolahan air dan intake tetap berjalan serta melakukan penyaluran bantuan air bersih bagi pelanggan di wilayah terdampak.
Dengan langkah tersebut, Tirta Mayang berupaya memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan di tengah tekanan musim kemarau dan perubahan kualitas air baku Sungai Batanghari.(*)



