Kabarina – Angin segar berembus bagi perkembangan olahraga berkuda dan memanah di Provinsi Jambi. RN Jambi Equestrian Center (RN JEC) yang berlokasi di kawasan Puri Mayang 2, Kota Jambi, resmi dibuka melalui grand opening, Sabtu (4/9/2026). Kehadirannya menjadi warna baru bagi dunia olahraga sekaligus wisata di tengah Kota Jambi.

Bukan sekadar menghadirkan arena berkuda, RN JEC membawa misi yang lebih besar. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi ruang rekreasi, wisata olahraga, edukasi, sekaligus wadah pembinaan atlet berkuda dan memanah. Dari tempat ini, diharapkan lahir generasi muda Jambi yang tidak hanya mencintai olahraga berkuda, tetapi juga mampu mengukir prestasi.

Grand opening RN JEC berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh penting. Hadir mewakili Gubernur Jambi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jambi Arif Munandar, SE, Ketua KONI Provinsi Jambi Mat Sanusi, Wali Kota Jambi Dr. H. Maulana, perwakilan Polda Jambi, perwakilan Korem 042/Garuda Putih, perwakilan Pordasi Provinsi Jambi, serta para pencinta olahraga berkuda dan memanah.

Owner RN Jambi Equestrian Center, Dr. Rona Indara, mengatakan kehadiran JEC berawal dari kecintaan terhadap olahraga berkuda yang kemudian berkembang menjadi gagasan untuk menghadirkan fasilitas berkuda dan memanah yang mudah diakses masyarakat Kota Jambi. “Saya sangat bersyukur atas kehadiran Bapak/Ibu di acara grand opening Jambi Equestrian Center. Berawal dari hobi, akhirnya saya bisa membuka tempat berkuda dan memanah di pusat Kota Jambi,” ujar Rona.

Menurut Rona, RN JEC tidak hanya diarahkan sebagai destinasi wisata olahraga dan edukasi, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya para pecinta berkuda dan memanah. Saat ini RN JEC didukung 15 orang pelatih yang menangani berbagai program, mulai dari memanah hingga horseback archery, serta memiliki sembilan ekor kuda dengan beragam ukuran, mulai dari kuda poni, kuda kecil hingga kuda besar.

Masyarakat yang memiliki kuda sendiri juga dapat memanfaatkan layanan perawatan dan penitipan atau boarding yang disediakan RN JEC. Sementara bagi masyarakat yang ingin mencoba olahraga berkuda, namun belum memiliki perlengkapan, tersedia fasilitas penyewaan peralatan, termasuk sepatu. Fasilitas pendukung lainnya juga cukup lengkap, mulai dari kafe, ruang VIP, mushala hingga kamar mandi yang dilengkapi water heater.

Dalam momentum grand opening tersebut, JEC turut memberikan promo khusus berupa diskon 10 persen untuk seluruh program dan jenis paket selama tujuh hari. Untuk wisata edukasi berkuda, anak-anak mulai usia tiga tahun sudah diperbolehkan mengikuti program, sedangkan program belajar menunggang kuda dapat dimulai sejak usia enam tahun.

Rona menegaskan, bagi pemula yang ingin mengenal olahraga berkuda, kemampuan teknis bukan satu-satunya modal. Keberanian, kepercayaan diri dan fokus menjadi hal penting untuk mulai berinteraksi dengan kuda sekaligus menguasai teknik berkuda. Karena itu, RN JEC membuka ruang pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta.

Dukungan terhadap kehadiran RN JEC datang dari Pemerintah Provinsi Jambi. Asisten I Pemprov Jambi Arif Munandar yang hadir mewakili Gubernur Jambi menilai keberadaan RN JEC memiliki manfaat jauh lebih luas daripada sekadar pengembangan olahraga. “Hadirnya tempat ini tidak hanya berdampak dari sisi olahraga saja, tetapi juga memberikan dampak positif pada sektor ekonomi, agrowisata atau agrotourism, dan edukasi,” kata Arif.

Menurut Arif, kehadiran RN Equestrian Center semakin melengkapi pilihan wisata di Kota Jambi. Masyarakat kini memiliki alternatif untuk menikmati wisata berkuda sekaligus mengikuti kegiatan edukasi dan olahraga. Ia juga berharap RN JEC dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap hewan sekaligus berkembang menjadi sarana olahraga berprestasi yang mampu melahirkan atlet-atlet potensial dari Jambi.

Pemerintah Provinsi Jambi, kata Arif, akan terus mendorong pengembangan olahraga berkuda melalui sinergi bersama KONI dan Pordasi. Terlebih, komunitas berkuda di Jambi selama ini masih relatif kecil sehingga diperlukan ruang yang mampu mempertemukan sekaligus mengembangkan para pencintanya. “Secara keseluruhan, beroperasinya tempat ini memberikan banyak dampak positif, mulai dari pengembangan wisata, kegiatan memanah, hingga pembinaan olahraga. Ke depan, sinergi dengan KONI akan terus ditingkatkan demi memajukan olahraga berkuda di Provinsi Jambi,” ujarnya.

Ketua KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, menyambut positif hadirnya RN JEC. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi momentum penting bagi pembinaan olahraga berkuda dan memanah di Jambi. Ia menjelaskan, Pordasi merupakan salah satu cabang olahraga yang baru bergabung sebagai anggota KONI Provinsi Jambi sejak 2025, sementara sebelumnya Jambi belum memiliki wahana khusus yang representatif untuk mendukung latihan olahraga berkuda.

“Ibu Dr. Rona merupakan wakil dari Pordasi cabang olahraga berkuda dan memanah di Provinsi Jambi. Sebelumnya, Provinsi Jambi belum memiliki wahana atau tempat khusus untuk berlatih. Kehadiran bisnis yang dibuka oleh Ibu Rona ini menjadi peluang besar untuk memulai pembinaan atlet sejak dini,” jelas Mat Sanusi. Ia menilai olahraga berkuda dan memanah memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena selain membutuhkan kemampuan fisik, juga menuntut keberanian, ketenangan, disiplin dan konsentrasi tinggi.

KONI berharap RN JEC dapat menjadi pintu masuk bagi anak-anak dan generasi muda Jambi untuk mengenal olahraga berkuda sejak usia dini. Tidak berhenti pada tahap pengenalan, pembinaan juga diarahkan menuju prestasi. Para atlet Jambi diharapkan dapat ambil bagian dalam Kejurnas Pordasi 2026, kemudian dipersiapkan menghadapi Babak Kualifikasi PON atau Pra-PON 2027 dengan target mengamankan tiket menuju PON 2028 di NTB dan NTT.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Dr. H. Maulana memberikan apresiasi terhadap hadirnya RN Jambi Equestrian Center. Setelah melihat langsung fasilitas yang tersedia, Maulana menilai RN JEC telah mempersiapkan sarana yang lengkap dan nyaman bagi masyarakat. “Fasilitas di sini sangat lengkap. Setelah berkeliling, terdapat fasilitas tempat ibadah, tempat ganti baju, tempat mandi, dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Maulana.

Menurut Maulana, kehadiran RN JEC menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kota Jambi. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Baginya, berkuda bukan hanya aktivitas untuk menjaga kebugaran dan berpotensi menjadi olahraga prestasi, tetapi juga memiliki nilai positif dalam kehidupan. “Olahraga berkuda bukan hanya membuat tubuh sehat dan berpotensi menjadi olahraga prestasi, melainkan juga merupakan olahraga sunnah yang bernilai ibadah,” katanya.

Dengan hadirnya RN Jambi Equestrian Center, Jambi kini memiliki ruang baru yang mempertemukan olahraga, wisata, edukasi dan pembinaan prestasi dalam satu kawasan. Dari sebuah hobi yang tumbuh menjadi pusat equestrian, RN JE.C diharapkan tidak hanya menjadi destinasi baru di Kota Jambi, tetapi juga menjadi tempat lahirnya generasi baru pecinta sekaligus atlet berkuda dan memanah yang mampu mengharumkan nama Provinsi Jambi di tingkat nasional. (*)