Kabarina – Kopi Jambi kembali menorehkan prestasi di pasar internasional. PT Alko Sumatra Kopi resmi menjalin kerja sama perdagangan dengan pengusaha asal Pakistan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Kabupaten Kerinci, Sabtu (18/7/2026).

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E., yang mewakili Gubernur Jambi Al Haris. Hadir pula Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez, pengusaha asal Pakistan Mr. Ameer, jajaran PT Alko Sumatra Kopi, unsur pemerintah daerah, serta para pelaku industri kopi dan petani.

Ariansyah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PT Alko Sumatra Kopi yang kembali membuka akses pasar ekspor baru bagi kopi Jambi. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas kopi asal Jambi, khususnya Kerinci, semakin mendapat pengakuan di tingkat global.

“Beberapa waktu lalu telah dilakukan penandatanganan MoU dengan Jepang dan China. Hari ini kembali dilanjutkan dengan Pakistan. Ini menunjukkan kopi Jambi semakin mendunia dan menjadi nilai tambah bagi daerah serta meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Ariansyah.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para petani kopi dan PT Alko Sumatra Kopi yang dinilai mampu berkembang secara mandiri, menjaga kualitas produk, serta berhasil membawa kopi Jambi menembus pasar internasional.

Sementara itu, CEO PT Alko Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan kehadiran Duta Besar Pakistan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan hubungan perdagangan kopi antara Indonesia dan Pakistan.

Menurutnya, kunjungan tersebut membuka peluang besar bagi kopi Kerinci untuk memasuki pasar Asia Selatan yang memiliki potensi permintaan cukup tinggi.

“Kedatangan Bapak Dubes Pakistan ingin melihat langsung potensi kopi Jambi sekaligus memberikan dukungan agar perdagangan kopi antara Jambi dan Pakistan dapat terus berkembang,” kata Suryono.

PT Alko Sumatra Kopi menargetkan kerja sama perdagangan dengan Pakistan mulai terealisasi pada tahun 2026 dengan nilai transaksi mencapai sekitar 1 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp18 miliar, dengan volume ekspor sekitar 190 ton kopi.

Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat posisi kopi Kerinci sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor Provinsi Jambi, sekaligus memperluas akses pasar internasional dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi di daerah.(*)