Kabarina.com – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi-Sumbar terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan sebagai langkah menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui silaturahmi dan audiensi bersama Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Hendrizal, di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, terutama kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang tahun ini serta upaya menjaga keberlanjutan sektor perkebunan di Provinsi Jambi.
Dalam audiensi itu, Hendrizal menerima jajaran Regional Management PTPN IV Regional IV yang dipimpin Business Support Head Dhanny Hermawan, didampingi Operational Head Rido Syahputra Manurung, Sekretaris Regional IV Hariman Siregar, serta Kepala Bagian Tanaman Regional IV Fahran.
Meski berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, pembahasan difokuskan pada langkah-langkah konkret untuk mencegah terjadinya Karhutla yang menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Hendrizal, menegaskan bahwa pencegahan Karhutla hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha perkebunan hingga masyarakat.
“Kita sama-sama menjaga dan mengantisipasi agar tidak terjadi Karhutla di Jambi. Diprediksi kemarau panjang akan terjadi tahun ini, sehingga seluruh pihak harus benar-benar siap. Karhutla juga menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto,” ujar Hendrizal.
Ia menjelaskan, koordinasi penanganan Karhutla di Provinsi Jambi terus dilakukan secara intensif melalui Tim Satgas Karhutla yang diketuai Danrem 042/Gapu dan melibatkan unsur Polda Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah kabupaten/kota, kelompok masyarakat peduli api, hingga perusahaan perkebunan.
Menurut Hendrizal, kesiapan tidak hanya menyangkut personel, tetapi juga harus didukung kelengkapan sarana dan prasarana, seperti peralatan pemadam, kendaraan operasional, sistem koordinasi, hingga respons cepat terhadap munculnya titik api.
“Kita siapkan personel, peralatan pemadam, kendaraan operasional dan seluruh kebutuhan lainnya. Mudah-mudahan selama musim kemarau tidak terjadi kebakaran di Jambi,” katanya.
Ia juga menilai perusahaan perkebunan memiliki peran strategis dalam menjaga wilayah operasional masing-masing, mengingat banyak kawasan perkebunan berada di daerah yang rawan terjadi Karhutla.
Sementara itu, Operational Head PTPN IV Regional IV, Rido Syahputra Manurung, mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus penanggulangan Karhutla yang terintegrasi dengan Satgas Karhutla di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Sebagai langkah preventif, PTPN IV Regional IV juga meningkatkan patroli pemantauan titik api di sejumlah wilayah operasional dengan melibatkan masyarakat sekitar.
“Saat ini kami meningkatkan patroli pemantauan titik api di beberapa lokasi. Kegiatan patroli juga melibatkan kelompok masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya deteksi dini,” ujar Rido.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah Karhutla karena masyarakat merupakan pihak yang paling cepat mengetahui apabila terdapat indikasi munculnya titik api.
Selain meningkatkan patroli, perusahaan juga memperkuat kesiapsiagaan internal melalui peningkatan kapasitas personel serta memastikan seluruh prosedur penanganan Karhutla berjalan sesuai standar operasional.
Audiensi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama antara PTPN IV Regional IV dan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi dalam menjaga sektor perkebunan tetap produktif, aman, dan berkelanjutan.
Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga produktivitas sektor perkebunan. Karena itu, seluruh elemen diharapkan terus memperkuat koordinasi agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat, PTPN IV Regional IV menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jambi dalam mewujudkan wilayah yang bebas dari Karhutla sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan sektor perkebunan di daerah.(*)



