Kabarina – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbanyak doa, serta menyadari bahwa seluruh kekuasaan pada hakikatnya merupakan milik Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri Tabligh Akbar Pemerintah Provinsi Jambi dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 di Masjid Raya Tsamaratul Insan, Kota Jambi, Minggu (6/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris menekankan dua hikmah utama yang dapat dipetik dari peringatan Maulid Nabi. Pertama, manusia harus menyadari bahwa kekuasaan sepenuhnya berada di tangan Allah SWT. Karena itu, manusia tidak boleh sombong dan harus senantiasa memperbanyak doa.
Kedua, umat Islam diajak untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan sekaligus penghormatan kepada Rasulullah yang telah membawa risalah Islam bagi umat manusia.
“Karena risalah yang beliau sampaikan, yang beliau bawa, yang hari ini mengantarkan kita untuk memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad Rasulullah. Mudah-mudahan kita semua senantiasa dalam ridho dan perlindungan dari Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujar Al Haris.
Tabligh Akbar tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, para kepala OPD di lingkungan Pemprov Jambi, pejabat eselon III dan IV, ASN dan PPPK, pengurus serta anggota BKMT se-Kota Jambi, para pelajar, masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Di tengah suasana khidmat peringatan Maulid, Al Haris juga menyampaikan permohonan maaf kepada jamaah karena penceramah yang sebelumnya dijadwalkan hadir, Al-Mukarram Ustadz Das’ad Latif, berhalangan hadir.
Menurut Al Haris, Ustadz Das’ad Latif sebenarnya telah berada di Bandara Soekarno-Hatta untuk bertolak ke Jambi. Namun, kondisi penerbangan terganggu akibat abu vulkanik dari aktivitas anak Gunung Krakatau yang berdampak terhadap operasional penerbangan.
“Manusia hanya bisa berbicara, tapi Allah lah yang mengaturnya. Karena itu kita yakini bahwa semua datang dari Allah,” katanya.
Sebagai pengganti, panitia menghadirkan Al-Ustadz Al-Mukarram Syekh Muhammad Musthafa ‘Alaa Na’aimah dari Mesir untuk memberikan tausiah dan pencerahan kepada jamaah yang hadir.
Selain berbicara tentang makna Maulid, Al Haris juga mengajak masyarakat Jambi untuk bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan di wilayah Jambi.
Ia menyampaikan bahwa kondisi kemarau dan kekeringan mulai dirasakan masyarakat. Al Haris menyebut fenomena El Nino tahun ini memberikan dampak yang luar biasa terhadap kondisi cuaca dan lingkungan.
“Kita mengharapkan doa dari seluruh bapak ibu. Mudah-mudahan negeri kita ini Allah mudahkan dengan turunnya hujan. Hari ini kekeringan sudah mulai melanda kita karena kemarau El Nino Godzilla ini keringnya luar biasa,” jelasnya.
Al Haris juga menyinggung prakiraan BMKG yang menyebut puncak kemarau berlangsung hingga Oktober. Namun, menurutnya, prakiraan manusia tetap berada di bawah kehendak Allah SWT.
“Kalau melihat tanggal daripada BMKG Oktober. Mudah-mudahan Allah bisa saja. Kalau Allah mau, kapan saja Allah bisa kasih hujan kepada kita,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus berdoa agar hujan segera turun sehingga tanaman dapat kembali tumbuh dengan baik dan masyarakat dapat menjalani aktivitas dalam kondisi yang lebih sehat dan nyaman.
Bagi Al Haris, momentum Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia tidak terlena dengan kekuasaan, jabatan maupun kehidupan dunia.
“Mari kita perbanyak untuk bershalawat kepada Nabi kita Muhammad SAW. Mudah-mudahan dengan shalawat itu insya Allah juga memudahkan kita untuk dikabulkan hajat-hajat kita. Aamiin,” tuturnya.
Dalam sesi wawancara, Al Haris kembali menjelaskan bahwa ketidakhadiran Ustadz Das’ad Latif semata-mata disebabkan kendala penerbangan. Ia berharap kondisi penerbangan segera kembali normal sehingga mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan Jambi-Jakarta, tidak terganggu.
“Kita berharap kondisi penerbangan segera kembali normal. Dengan begitu kegiatan-kegiatan daerah dan perjalanan masyarakat Jambi-Jakarta tidak terganggu lagi,” ucapnya.
Ia menegaskan, meskipun terjadi perubahan penceramah, pelaksanaan Tabligh Akbar Maulid Nabi tetap berlangsung khidmat. Doa bersama juga diarahkan pada sejumlah persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari keselamatan, turunnya hujan hingga kelancaran transportasi.
Sementara itu, Al-Ustadz Al-Mukarram Syekh Muhammad Musthafa ‘Alaa Na’aimah dalam tausiahnya mengingatkan jamaah bahwa doa para nabi lahir dari perjalanan hidup yang tidak selalu mudah. Doa-doa tersebut justru muncul dari situasi penuh tekanan, kesedihan, ujian dan harapan yang mendalam.
Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat dalam Tabligh Akbar tersebut: bahwa manusia memiliki keterbatasan, sementara seluruh ketetapan berada dalam kuasa Allah SWT. Karena itu, doa, tawakal dan memperbanyak shalawat menjadi bagian penting dalam menjalani setiap ujian kehidupan.(*)



