Kabarina – Babak baru olahraga padel di Provinsi Jambi resmi dimulai. Komunitas Padel Jambi (Kopaja) dideklarasikan sebagai wadah bersama yang menyatukan para pemain, klub, pelatih, pemilik lapangan, wasit hingga pengatur pertandingan dalam satu semangat kebersamaan.
Deklarasi Kopaja berlangsung meriah di Lapangan Padel Kalcer, Kota Jambi, Rabu (12/8/2026) malam. Momentum tersebut menjadi tonggak terbentuknya wadah komunitas yang diharapkan mampu memperkuat komunikasi sekaligus mempererat persaudaraan para pelaku olahraga padel di Jambi.
Tak tanggung-tanggung, deklarasi diikuti 33 klub, 20 pelatih, 9 pemilik lapangan serta 15 wasit dan pengatur pertandingan, dengan total Anggota yang hadir mencapai 154 orang, secara keseluruhan komunitas ini anggota mencapai 334 orang Se-Provinsi Jambi.
Pembacaan deklarasi dipimpin langsung Ketua Kopaja, Hori Afriansyah, yang akrab disapa Blake. Kehadiran Kopaja menjadi ruang bersama bagi insan padel untuk berkomunikasi, berbagi informasi, membangun silaturahmi dan bersama-sama mendorong kemajuan olahraga padel di Jambi.
Hori menegaskan, Kopaja lahir bukan untuk membedakan kelompok atau kepentingan, melainkan untuk menyatukan para pencinta padel yang memiliki hobi dan semangat yang sama.
“Komunitas ini menjadi wadah komunikasi, silaturahmi dan berbagi informasi terkait olahraga padel di Jambi,” kata Hori.
Menurutnya, semakin berkembangnya olahraga padel di Jambi membutuhkan komunikasi yang semakin kuat antarpelakunya. Karena itu, Kopaja diharapkan menjadi rumah bersama yang mampu menciptakan lingkungan bermain yang aman, nyaman dan menyenangkan.
“Kami ingin berolahraga, berkeringat dan bersilaturahmi bersama. Bermain padel bagi kami adalah hobi. Kami disatukan oleh hobi yang sama,” ujarnya.
Semangat persatuan dan persaudaraan menjadi salah satu fondasi utama Kopaja. Hori menekankan bahwa olahraga padel bukan semata-mata soal menang dan kalah dalam pertandingan, tetapi juga tentang membangun relasi, menjaga sportivitas dan menciptakan kebersamaan.
“Wadah ini kami perlukan agar kami tetap bisa bermain dengan aman dan nyaman, sekaligus bisa tersenyum, tertawa dan berkeringat bersama,” katanya.
Dengan terbentuknya Kopaja, komunikasi antara pemain, klub, pelatih, pemilik lapangan, wasit dan pengatur pertandingan diharapkan semakin terorganisasi. Komunitas ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan olahraga padel di Jambi.
Dari lapangan, lahir persaudaraan. Dari hobi, tumbuh kebersamaan. Dari kebersamaan, Kopaja hadir untuk menyatukan insan padel Jambi.
Deklarasi Pendirian Komunitas Padel Jambi
Kami atas nama pemain, pelatih dan pemilik lapangan padel di Jambi, dengan penuh semangat kebersamaan dan persaudaraan serta atas dasar kecintaan terhadap olahraga padel, mendeklarasikan diri berhimpun dalam satu wadah yang diberi nama Komunitas Padel Jambi (Kopaja).
Kopaja dibentuk dengan tujuan:
• Menjadi wadah komunikasi, silaturahmi dan berbagi informasi terkait olahraga padel di Jambi.
• Memberikan dukungan kepada para pencinta olahraga padel di Jambi.
• Membangun budaya bermain yang aman dan nyaman dengan mengedepankan persatuan, persaudaraan dan sportivitas.
• Menjadikan olahraga padel sebagai sarana menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
• Menjadi wadah yang menaungi para pencinta padel agar dapat menjalankan hobi dalam suasana aman, nyaman, penuh kegembiraan dan kebersamaan.
• Untuk memastikan komunitas berjalan dengan baik dan memberikan manfaat, disepakati menunjuk Hori Afriansyah (Blake) sebagai Ketua Kopaja sampai terdapat langkah dan keputusan komunitas berikutnya.
Kopaja resmi berdiri. Insan padel Jambi bersatu, satu hobi, satu semangat, satu persaudaraan.(*)



