Kabarina – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai mengonsolidasikan seluruh kekuatan demi mengembalikan kejayaan olahraga daerah di pentas nasional. Di tengah tantangan keterbatasan anggaran pembinaan, KONI memilih membangun kolaborasi besar bersama insan pers dan dunia usaha sebagai fondasi lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Provinsi Jambi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Coffee Morning bersama insan pers yang digelar KONI Provinsi Jambi, Jumat (31/7). Suasana penuh keakraban itu dipimpin langsung Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, didampingi Wakil Ketua Umum V Sukendro, Wakil Ketua Umum VIII Aswan Hidayat, Sekretaris Umum Muhammad Ali, serta dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media.
Dalam sambutannya, Mat Sanusi menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra pembangunan olahraga. Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya ditentukan oleh latihan dan kompetisi, tetapi juga oleh dukungan publik yang dibangun melalui pemberitaan yang objektif, positif, dan inspiratif.
“Pers adalah sahabat olahraga. Tanpa dukungan media, prestasi atlet akan sulit dikenal masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh insan pers menjadi bagian dari perjuangan besar mengembalikan kejayaan olahraga Jambi,” ujar Mat Sanusi.
Ia mengakui, pembinaan olahraga saat ini masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan optimisme KONI Jambi untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Sebagai solusi, KONI Jambi tengah menyiapkan skema kolaborasi melalui program bapak angkat, dengan menggandeng perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Provinsi Jambi, termasuk PetroChina dan SKK Migas, agar ikut berkontribusi dalam pembinaan cabang olahraga melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami berharap perusahaan-perusahaan besar di Jambi ikut mengambil bagian dalam membina olahraga. Bila program bapak angkat ini berjalan sesuai harapan, kami optimistis target membawa Jambi masuk 10 besar Pekan Olahraga Nasional bukan sekadar mimpi, tetapi target yang realistis untuk diwujudkan,” tegasnya.
Mat Sanusi menjelaskan, langkah menuju target tersebut telah dimulai melalui persiapan menghadapi PON Bela Diri di Sulawesi Utara pada Oktober mendatang. Setelah itu, seluruh cabang olahraga akan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON pada awal 2027 yang menjadi penentu langkah menuju pesta olahraga nasional.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum V KONI Jambi, Sukendro, memastikan proses seleksi atlet dilakukan jauh lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya atlet yang memiliki kesiapan fisik, mental, teknik, serta peluang meraih prestasi yang akan diberangkatkan membawa nama Jambi.
“Kami ingin setiap atlet yang berangkat benar-benar siap bertanding dan mampu mempersembahkan prestasi. Tidak ada lagi kompromi terhadap kualitas karena target kita adalah hasil terbaik,” katanya.
Menurut Sukendro, selain pembinaan yang maksimal, dukungan media melalui pemberitaan yang membangun juga menjadi energi besar bagi para atlet. Publikasi positif diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus motivasi atlet ketika bertanding membawa nama Provinsi Jambi di tingkat nasional.
Melalui sinergi antara KONI, pemerintah, dunia usaha, dan insan pers, Jambi kini menatap masa depan olahraga dengan optimisme baru. Kolaborasi lintas sektor diyakini menjadi kunci lahirnya prestasi yang mampu mengangkat nama daerah sekaligus mengembalikan kejayaan olahraga Jambi di panggung nasional. (*)



